Rabu, 31 Mei 2017

Jawa Pos - Perhatian untuk Ilmuwan Minim

Melihat Kritik Bimo Sasongko soal SDM Tanah Air
Perhatian untuk Para Ilmuwan Minim
Sumber daya manusia (SDM) Indonesia pada dasarnya menjanjikan. Buktinya, banyak ilmuwan Indonesia yang jebolan luar negeri. Namun, masalahnya, mereka sulit mendapat tempat di Indonesia. Akibatnya, mayoritas ilmuwan memilih tinggal di luar negeri.
Atas kenyataan tersebut, Bimo Sasongko, pendiri Euro Management Indonesia, menulis sebuah artikel berjudul Memanggil Ilmuwan Balik Kandang.Tulisan tersebut diapresiasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Bahkan, Kemendikbud memberikan penghargaan kepada Bimo sekaligus dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional.
Penghargaan itu diberikan Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 19 Mei 2017. Dalam tulisannya, Bimo secara tegas mengungkap fakta-fakta yang menunjukkan kurangnya perhatian terhadap para ilmuwan.
’’Indonesia, diprediksi sejumlah lembaga seperti World Bank dan McKinsey, menjadi negara superpower pada 2030. Karena itu, kita perlu mempersiapkan diri. Salah satunya, mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Jika tidak menghargai ilmuwan-ilmuwan bagaimana kita bisa membuktikan prediksi tersebut?’’ ucapnya.
Menurut dia, ketika ditanya soal cita-cita, generasi muda sekarang otomatis menjawab ingin menjadi artis atau penyanyi. Sangat sedikit yang bercita-cita menjadi insinyur, ilmuwan, atau dokter. Menjadi ilmuwan dipandang sebelah mata.
Dia mengungkapkan, pergeseran minat generasi muda yang lebih tertarik pada bidang hiburan ketimbang bidang sains juga dipengaruhi peran media. ’’Dukungan media sangat penting untuk mengubah mindset generasi muda Indonesia. Ilmuwan, pemimpin, dan orang-orang terpelajar harus diapresiasi supaya bisa menjadi role model generasi muda Indonesia,’’ paparnya.
Dia menghargai profesi yang berkaitan dengan dunia hiburan. Meski begitu, dia juga berharap masyarakat mengangkat tokoh-tokoh terpelajar. ’’Setelah berhasil menjadikan kaum intelektual sebagai role model bagi anak-anak, kita harus mendidik generasi muda. Mereka harus mengerti pentingnya menguasai sains dan teknologi. Jika tidak, bangsa Indonesia mengalami kemunduran,’’ ucapnya.

Apresiasi pemerintah terhadap dunia sains dan teknologi, menurut dia, sangat penting. Pemerintah dinilai harus giat mempromosikan program bertema pendidikan. Misalnya, scientific week serta road show pendidikan ke sekolah-sekolah dan pusat perbelanjaan. ’’Dari situ, akan terbentuk kultur Indonesia yang menghormati dan mengapresiasi ilmuwan-ilmuwan,’’ terangnya.(*/co5/ydh)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar